Ingin Berlibur ke Jepang, 6 Perilaku ini Perlu Anda Hindari Karena Dianggap Tak Sopan - ahorahollywood

Kamis, 16 Mei 2019

Ingin Berlibur ke Jepang, 6 Perilaku ini Perlu Anda Hindari Karena Dianggap Tak Sopan


Meski termasuk negara yang maju, Jepang adalah negara dengan budaya yang cukup kental. Penduduknya sangat memegang teguh budaya nenek moyangnya. Walaupun sama-sama sebagai negara di Asia, budaya penduduk Jepang tentu sangat berbeda dengan budaya Indonesia.

Oleh karenanya, berikut ini sedikit info bagi Anda yang hendak berlibur ke Jepang tentang beberapa hal yang ternyata di Jepang dianggap tidak sopan. Setelah mengetahuinya diharapkan tentunya Anda bisa memahami dan bisa menghindari sebagai bentuk penghormatan pada budaya setempat. 


Gimana Anda setuju? Tentu, tidak ada alasan Anda untuk menolaknya jika Anda juga ingin dihormati. Lebih dari itu, jika Anda setuju artinya Anda juga akan dinilai baik tentang kepribadian Anda.

Nah, ini  6 perilaku yang harus Anda hindari ketika berkunjung ke Jepang agar Anda dinilai mempunyai sopan santun!


1. Menghilangkan ingus di depan umum

Membuang ingus di depan umum adalah hal pertama yang harus Anda hindari. Orang-orang di luar sana akan menganggap bahwa Anda tidak sopan dan bahwa Anda menularkan virus dan terkena flu.

Jika Anda tidak cukup kuat untuk menghilangkan ingus, Anda harus segera mencari toilet umum. Anda juga dapat menarik diri dari kerumunan, lalu ingus.


2. Jangan pernah memetik bunga sakura

Bunga sakura adalah salah satu tujuan wisata ketika mengunjungi Jepang. Bunga ini dianggap istimewa karena hidupnya tidak panjang dan mekar hanya di musim tertentu.

Selain itu, beberapa orang mungkin tahu bahwa bunga sakura dapat menyebabkan alergi karena getah yang dikandungnya. Jadi larangan ini bukan hanya larangan, tetapi juga mencegah orang terluka.


3. Jangan memberi uang tip

Budaya memberi uang tip tampaknya tidak berlaku di Jepang. Jika Anda memberi tip pada server di Jepang, Anda akan dianggap tidak sopan. Bahkan, ketika Anda meninggalkan uang di meja, server akan mengejar Anda dan mengembalikan uang.

Ketika naik taksi, pengemudi biasanya menolak jika pembayaran dibulatkan. Kapan pun memungkinkan, mereka akan mencari uang pengembalian berdasarkan faktur tagihan.


4. Jangan berbicara terlalu keras di transportasi umum

Etika dalam transportasi umum juga perlu diperhatikan. Anda tidak diperbolehkan mengobrol terlalu keras di kereta atau lift. Ini bisa mengganggu kenyamanan orang lain. Seperti kita ketahui, Jepang adalah negara yang sangat mementingkan privasi.

Bahkan di kereta Jepang, ada pengumuman untuk tidak menerima panggilan telepon dan meletakkannya di kereta. Orang-orang di sana juga akan lebih suka membaca buku, koran, atau mendengarkan musik dengan headphone.


5. Berikan atau terima benda dengan satu tangan

Warga Jepang selalu menggunakan dua tangan untuk menerima atau memberi sesuatu. Baik itu uang, kartu nama, bahan makanan, dll. Karena itu, ketika mereka membeli sesuatu di suatu tempat, orang akan cenderung untuk menaruh uang di atas nampan kecil di sebelah kasir dari pada memberikannya secara langsung.

Plus, menunjuk sesuatu dengan jari Anda dianggap sebagai langkah yang cukup kasar. Orang Jepang bahkan cenderung menyentuh hidung dengan indeks untuk referensi daripada menunjuk ke bagian lain.


6. Jangan mandi sebelum berendam di Onsen

Onsen adalah pemandian air panas yang tidak boleh dilewatkan jika Anda mengunjungi Jepang. Karena ini digunakan secara umum, maka Anda harus membersihkan diri sebelum menikmati onsen.

Hal ini dilakukan agar keadaan kolam tetap bersih dan tidak terkontaminasi oleh kotoran. Selama mandi, tidak ada jaringan yang menempel di tubuh.


Itulah beberapa perilaku yang harus Anda jaga selama berkunjung di Jepang agar Anda dinilai sebagai orang yang berkepribadian baik. Tidak sulit dan cukup positif jika kita ikuti.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar