Sudah Paham Kamu, Apa Itu Pubertas? Begini Tanda-Tanda yang Mudah Dikenali dan 5 Sikap Bijak Menghadapinya - ahorahollywood

Jumat, 18 Maret 2022

Sudah Paham Kamu, Apa Itu Pubertas? Begini Tanda-Tanda yang Mudah Dikenali dan 5 Sikap Bijak Menghadapinya

 

apa itu pubertas
Image : istockphoto.com

 
Bagi kamu yang menginjak usia remaja pasti sudah cukup familiar mendengar istilah pubertas. Seringkali dari banyak media baik yang online maupun offline menyajikan artikel yang membahas masalah tersebut. Tak salah jika ini menunjukkan bahwa pubertas menjadi hal yang menarik bagi banyak orang, utamanya para remaja. Pada umumnya mereka ingin tahu lebih jauh, sebenarnya apa itu pubertas?

Dalam buku Pengantar Psikologi untuk Kebidanan (2010) karya Herri Zan Pieter seperti dilansir Kompas.com - 26/08/2020, pubertas adalah masa ketika anak mengalami perubahan fisik psikis dan pematangan fungsi seksual. Pubertas berasal dari kata dalam bahasa Latin, yaitu pubes yang maknanya usia menuju kedewasaan. Arti dari kata tersebut mengacu pada perubahan fisiologis dan psikologis.

Dalam perjalanan usia hidupnya semua orang pasti akan mengalami masa yang disebut dengan pubertas dan bagi setiap anak usia remaja ini merupakan salah satu fase yang sangat penting. Masa pubertas menjadi masa peralihan dari remaja menjadi dewasa, baik menyangkut fisik maupun mental seperti emosi, sikap, atau perilaku. Tentunya semua peralihan atau perubahan itu sangat wajar terjadi pada manusia.

Saat mengalami masa pubertas, baik remaja laki-laki maupun perempuan akan merasakan adanya perubahan yang terjadi dalam tubuhnya. Perubahan itu terjadi karena pengaruh dari adanya perubahan hormon saat menginjak masa pubertas. Beberapa tanda perubahan fisik saat pubertas yang mudah kamu kenali bisa disebutkan di sini sebagai berikut.

Tanda-tanda pubertas anak perempuan seperti dilansir Kompas.com - 12/10/2020 :

  • Payudara mulai tumbuh atau membesar.
  • Rambut tumbuh di area tertentu, utamanya di sekitar vagina juga pada ketiak dan kaki.
  • Keluarnya cairan bening atau berwarna putih dari vagina sebagai tanda meningkatnya hormon estrogen dalam tubuh.
  • Haid atau menstruasi yang terjadi dalam siklus yang belum teratur.
  • Tinggi badan mengalami peningkatan.
  • Bentuk tubuh berubah dengan pinggul tumbuh melebar dan pinggang cenderung mengecil.
  • Mulai tumbuh jerawat. 
Selain perubahan fisik, tanda-tandai pubertas pada perempuan juga terjadi dalam hal perubahan emosional. Ini dipengaruhi karena terjadinya siklus hormon estrogen dan progesteron selama masa pubertas.

Tanda-tanda pubertas anak laki-laki seperti dilansir Kompas.com - 15/10/2020 :

  • Terjadi perubahan bentuk tubuh, bagian lengan, kaki, bahu melebar dan otot-otot mulai terbentuk.
  • Mulai tumbuh bulu dan jerawat pada area tertentu, seperti wajah dan ketiak karena pengaruh perubahan hormon yang membuat produksi minyak meningkat.
  • Ukuran penis dan testis bertambah besar dibarengi tumbuhnya rambut kemaluan.
  • Mengalami mimpi basah atau ejakulasi di malam hari yang bisa terjadi tanpa mimpi seksual.
  • Terjadi perubahan suara menjadi lebih berat karena dipengaruhi pita suara dan kotak suaranya mulai berkembang.
  • Payudara laki-laki juga mulai tumbuh atau membengkak karena perubahan hormon, namun sifatnya hanya sementara.
Seperti halnya perempuan, selain perubahan fisik tanda-tandai pubertas pada laki-laki juga terjadi menyangkut emosi atau suasana hati. Perubahan suasana hati terjadi karena dipengaruhi perubahan hormonal, fisik dan emosional. Oleh karena itu saat pubertas sering anak laki-laki menjadi murung, sedih, kurang rasa percaya dirinya, gampang marah, hingga mengalami depresi.

Terjadinya banyak perubahan baik pada perempuan maupun laki-laki tersebut tak jarang membuat remaja bingung saat menginjak masa pubertas. Selain itu juga tak sedikit remaja yang tidak mengetahui bagaimana cara menyikapinya.

Lantas, bagaimana langkah bijak yang harus kamu lakukan saat mengalami masa pubertas tersebut? Berikut setidaknya 5 hal diantaranya yang bisa kamu lakukan, simak uraiannya!

1. Memahami cara merawat diri.

Saat menginjak masa pubertas biasanya produksi keringat akan lebih banyak sehingga bisa memicu bau badan yang kurang sedap. Oleh karena itu para remaja agar lebih berhati-hati soal kebersihan diri, mulailah belajar dan memahami cara merawat diri yang benar. Jangan lupa untuk mandi setiap hari, selalu memakai pakaian yang bersih, memakai deodoran setiap pagi untuk mencegah timbulnya bau badan yang kurang enak.

Bagi remaja perempuan harus tahu cara menggunakan pembalut yang benar, selalu menjaga kebersihan organ genital terutama saat menstruasi. Hindari celana dalam menjadi lembab untuk mencegah tumbuhnya jamur. Sedangkan bagi laki-laki dengan tumbuhnya kumis dan jenggot, lakukan perawatan dengan mencukur yang benar agar membuat penampilan tetap rapi.

2. Mengatasi timbulnya jerawat.

Timbulnya jerawat selama masa pubertas merupakan hal yang umum terjadi. Pemicunya karena adanya perubahan hormonal, dan ini bisa berakibat kulit menjadi kering atau berminyak. Untuk mengatasinya, lakukan cuci muka 2 kali sehari menggunakan sabun pembersih yang lembut. Jangan biasakan memencet jerawat kalau tak ingin masalah makin bertambah buruk. Dalam kondisi jerawat makin serius atau tak kunjung sembuh, segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit.

3. Menghadapi perubahan fisik tubuh.

Tak sedikit saat masa pubertas remaja mengalami percepatan pertumbuhan dan ini sebagai hal yang normal saja. Pastinya ini akan membuat perubahan fisik yang akan memberi konsekwensi beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi. Misalnya saja untuk baju, celana atau sepatu menjadi sempit sehingga perlu yang baru. Sementara khusus perempuan perlu menyiapkan baju dalaman seperti bra.

4. Antisipasi terjadinya perubahan emosional.

Meningkatnya hormon estrogen dan testosterone saat pubertas selain akan mempengaruhi penampilan fisik tubuh juga emosi. Salah satu yang sering terjadi adalah remaja menjadi lebih mudah marah. Bisa saja ini terjadi karena hanya karena lelah atau belum terbiasa dengan perubahan fisik tubuh. Kalau ini yang terjadi bisa saja cukup diatasi dengan perlunya waktu istirahat yang cukup.

Cara lain untuk menghadapi perubahan emosional, usahakan menemukan teman untuk berkeluh kesah, melakukan hal-hal yang menyenangkan atau juga mengisi waktu dengan melakukan olahraga bersama teman atau kerabat. Dengan olahraga bisa membantu mengatasi rasa cemas yang mungkin terasa karena berbagai perubahan selama masa pubertas.

5. Antisipasi timbulnya hasrat seksual.

Sebagai salah satu konsekwensi saat memasuki masa pubertas maka pada titik tertentu remaja akan merasakan timbulnya hasrat seksual. Yang perlu dipahami bahwa adanya keinginan atau hasrat seks bukan berarti remaja sudah siap untuk melakukan hubungan seksual.

Untuk itu, para remaja perlu banyak konsultasi dengan orang dewasa yang bisa dipercaya untuk bicara lebih banyak mengenai hubungan seksual dan praktek seks yang aman. Pasalnya hubungan seks yang tak aman bisa mendatangkan risiko yang berat, seperti tertular penyakit yang berbahaya dan efek buruk lainnya.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai upaya menyikapi masa pubertas yang penting untuk diketahui oleh para remaja. Isi masa pubertas kamu dengan hal yang positif untuk kesuksesan masa depan!
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar